Ototekno

Samsung Tersingkir! Inilah Raja Baru Smartphone Indonesia di 2023


Laporan tahunan yang dirilis oleh Counterpoint Research menyebutkan vendor Oppo berhasil memuncaki daftar enam brand handphone (ponsel) terbesar di Indonesia untuk periode 2023, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar. Berdasarkan data yang diterbitkan, vendor ponsel pintar asal China ini menguasai 19 persen dari total pangsa pasar di Indonesia. Kendati mengalami penurunan pengapalan smartphone sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Oppo masih berhasil unggul 2 persen dari Samsung, yang menduduki peringkat kedua.

Samsung, yang juga mengalami penurunan pengiriman ponsel pintar hingga 10 persen, diikuti oleh Vivo dengan 16 persen pangsa pasar. Sementara itu, Xiaomi berhasil mengamankan posisi keempat dengan 15 persen, disusul Realme dan Infinix yang masing-masing memegang 10 persen dan 9 persen pangsa pasar.

Baca Juga  Antisipasi Halusinasi AI, Kominfo Serukan Penerapan Pedoman Etika

Analisis yang dilakukan oleh Counterpoint Research menunjukkan bahwa pasar ponsel pintar di Indonesia mengalami penurunan sebesar 6 persen pada tahun 2023 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022. 

post-cover
sumber: counterpoint reserach

Hal ini menandakan adanya penurunan permintaan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan paruh pertama tahun 2023, yang mencatat penurunan sebesar 10 persen. Namun, terdapat indikasi pemulihan pada akhir tahun berkat strategi pemasaran yang agresif dari para vendor, termasuk diskon atau promosi harga, program bundling, ekspansi ritel offline, dan peluncuran produk baru dengan teknologi terkini.

Pasar smartphone lesu

Senior Analyst di Counterpoint Research, Febriman Abdillah, mengungkapkan bahwa kondisi pasar smartphone Indonesia masih terbilang lesu di tahun 2023, namun berpotensi untuk tumbuh pada tahun 2024. 

Baca Juga  Obral IUP Tambang ke Ormas Keagamaan Jelang Pilkada, Jatam Endus Nuansa Politis

“Situasi makroekonomi Indonesia dapat menghadapi ketidakpastian yang tinggi pada 2024 karena kondisi politik dalam negeri serta ketegangan perekonomian domestik dan global,” ujar Abdillah. 

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa jika kondisi politik yang menguntungkan dan pertumbuhan makroekonomi yang stabil dapat terwujud pada 2024, pasar ponsel pintar Indonesia diperkirakan akan berkembang dengan baik, didukung oleh transformasi digital yang berkelanjutan dan optimalisasi jaringan 4G di wilayah yang lebih luas.

Laporan ini menyoroti dinamika pasar smartphone di Indonesia dan memberikan wawasan tentang bagaimana kondisi ekonomi global dan lokal serta strategi para vendor mempengaruhi penjualan dan distribusi produk. Dengan potensi yang masih terbuka lebar, pasar smartphone Indonesia menantikan masa depan yang cerah, terutama dengan adanya kemajuan teknologi dan inovasi yang terus menerus dari para pemain industri.

Baca Juga  Lupakan Kekalahan Atas Irak, Justin Hubner Janji Main ‘Mati-matian’ Lawan Filipina

Back to top button