Jateng

Medsos Provokator Tawuran akan Ditindak Tegas Polisi

inilahjateng.com (Semarang) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng akan menindak tegas admin media sosial sebagai provokator terjadinya aksi tawuran.

Melalui Kepala Subdirektorat V/Kejahatan Siber (Cyber Crime) Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Sulistyaningsih mengatakan, hal tersebut dilakukan karena belakangan ini marak adanya aksi tawuran yang terjadi di Kota Semarang dipicu karena saling tantang atau lewat live media sosial Instagram.

“Ada ancaman pidananya, di Undang-Undang nomor 1 tahun 2024 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), ini terkait ajakan kegiatan keonaran,” tegasnya di kantornya pada Selasa (21/5/2024). 

Bahkan dirinya juga menyebut dalam kasus tersebut terdapat regulasi yang ada ancaman hukumannya cukup tinggi. 

Dirinya membeberkan bahwa fenomena seperti itu, sebelumnya diatur pada UU nomor 1 tahun 1946.

Pada Pasal 14 (1) yang menyebutkan barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dihukum penjara maksimal 10 tahun penjara. 

“UU 1 tahun 1946 itu sudah dilebur ke UU ITE yang baru (UU nomor 1 tahun 2024),” katanya. 

Untuk megantisipasi hal tersebut, dirinya menambahkan patroli siber akan terus dilakukan untuk memonitoring hal itu di media sosial. 

Bahkan berbagai sosialisasi pada beberapa elemen juga sudah dilakukan untuk upaya pencegahan penyalahgunaan sosial media sebagai media untuk memprovokasi terjadinya aksi tawuran.

“Terkait hoaks berita bohong hingga ajakan melakukan kekerasan,” pungkasnya. (BDN)

Baca Juga  Diduga Hendak Tawuran, Gerombolan Pemuda Diamankan
Back to top button